PEMBERIAN EDUKASI METODE BIRTH BALL UNTUK PENURUNAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG
THE PROVISION OF BIRTH BALL EDUCATION TO REDUCE LABOR PAIN DURING THE ACTIVE PHASE OF THE FIRST STAGE OF LABOR AT TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.53599/jap.v4i1.448Abstrak
Abstrak
Persalinan merupakan proses fisiologis yang hampir selalu disertai rasa nyeri akibat kontraksi uterus, dilatasi serviks, serta penurunan dan rotasi janin di jalan lahir. Pada kala I fase aktif, intensitas dan frekuensi kontraksi semakin meningkat, sehingga rasa nyeri biasanya muncul lebih kuat dan teratur. Berbagai metode manajemen nyeri non farmakologis telah dikembangkan untuk membantu ibu mengatasi ketidaknyamanan selama proses persalinan yaitu dengan metode birth ball. Metode birth ball sangat efektif dalam penatalaksanaan nyeri persalinan karena membantu ibu mempertahankan posisi yang lebih ergonomis, meningkatkan relaksasi otot panggul, serta memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Penggunaan birth ball dapat merangsang pelepasan endorfin alami yang berfungsi sebagai analgesik tubuh, sehingga persepsi nyeri dapat berkurang secara signifikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu bersalin dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif melalui penerapan metode birth ball sebagai salah satu manajemen nyeri non farmakologis. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan metode birth ball kepada peserta penyuluhan. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di TPMB Andina Primitasari sebanyak 12 orang. Media yang digunakan adalah power point, gym ball dan leaflet yang berisikan tentang cara mengatasi rasa nyeri persalinan dengan metode birth ball. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah para ibu hamil mengetahui tentang pengertian, penyebab rasa nyeri, faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap nyeri persalinan dan cara penatalaksanaan nyeri persalinan sebanyak 83,4%. Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat memberikan demonstrasi langsung penggunaan birth ball serta pendampingan saat persalinan guna membantu ibu mengelola nyeri secara efektif.
Kata kunci : Nyeri Persalinan, Birth ball, Kala I Fase aktif , Menejemen nyeri non farmakologis, ibu bersalin
Abstract
Labor is a physiological process that is almost always accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, as well as fetal descent and rotation through the birth canal. During the active phase of the first stage of labor, the intensity and frequency of contractions increase, resulting in stronger and more regular pain. Various non-pharmacological pain management methods have been developed to help mothers cope with discomfort during labor, one of which is the birth ball method. The birth ball method is highly effective in managing labor pain because it helps mothers maintain a more ergonomic position, enhances pelvic muscle relaxation, and utilizes gravity to facilitate fetal head descent. The use of a birth ball can stimulate the release of natural endorphins that function as the body’s analgesics, thereby significantly reducing pain perception. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of laboring mothers in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor through the application of the birth ball method as a non-pharmacological pain management strategy. The methods used included health education and training on the birth ball technique for participants. The target of this community service activity was 12 pregnant women at TPMB Andina Primitasari. The media used were PowerPoint presentations, gym balls, and leaflets containing information on managing labor pain using the birth ball method. The results showed that 83.4% of pregnant women gained knowledge about the definition, causes of pain, factors influencing responses to labor pain, and methods of labor pain management. Health care providers, especially midwives, are expected to provide direct demonstrations of birth ball use and assistance during labor to help mothers manage pain effectively.
Keywords : Labor pain, Birth ball, Active phase of the first stage of labor, Non-pharmacological pain management, Laboring mothers
Referensi
Andarwulan, S. M. H. (2023). Effektivitas Birthing Ball pada Ibu Primipara terhadap Persalinan Kala Dua. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 10 no 1. https://www.researchgate.net/publication/368339650_Effektivitas_Birthing_Ball_pada_Ibu_Primipara_terhadap_Persalinan_Kala_Dua
Anita. (2021). Terapi Komplementer Dengan Massage dalam Nyeri Persalinan: Systematic Review. Jurnal Kebidanan Mahardika (JKM). Jurnal Kebidanan Mahardika
Fitriana, N. W. (2018). Asuhan Persalinan secara Komprehensif dalam Asuhan Kebidanan. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Gau, M. L., Chang, C. Y., Tian, S. H., & Lin, K. C. (2011). Effects of birth ball exercise on pain and self-efficacy during childbirth. Journal of Nursing Research.
Judha, M., Sudarti, Fauziah, A. (2016). Teori Pengukuran Nyeri dan Nyeri Persalinan. Muha Medika, Yogyakarta.
Kartini, F. (2017). Efektivitas latihan birth ball terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada primigravida (Doctoral dissertation, Universitas Alma Alta).
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., & Alden, K. R. (2020). Maternity and Women’s Health Care. Elsevier.
Maryani, T., & Estiwidani, D. (2016). Terapi birth ball berpengaruh terhadap lama kala II dan intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin primigravida di RB Kasih Ibu Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 10 (2).
Maryani. (2017). Pengaruh penggunaan birth ball terhadap nyeri persalinan kala I. Jurnal Kebidanan.
Pratiwi, D. (2021). Asuhan Kebidanan Komplementer dalam Mengatasi Nyeri Persalinan.e. Pustaka Aksara, Surabaya.
Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar. 2019. Pedoman Pewawancara Petugas Pengumpul Data. Jakarta. Badan Litbangkes, Depkes RI.
Simkin, P., & Bolding, A. (2019). Update on nonpharmacologic approaches to relieve labor pain. American Journal of Obstetrics and Gynecology.
Sondakh. (2017). Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir. Erlangga.
Sriwenda, D., & Yulinda. (2016). Efektifitas Latihan Birth Ball Terhadap Efikasi Diri Primipara dengan Persalinan Normal. JOURNAL NERS AND MIDWIFERY INDONESIA. https://doi.org/DOI : http://dx.doi.org/10.21927/jnki.2016.4(3).141-147
Taavoni, S., Sheikhan, F., Abdolahian, S., & Ghavi, F. (2016). Birth ball or heat therapy? A randomized controlled trial to compare the effectiveness of birth ball and heat therapy on labor pain and labor outcomes. Complementary Therapies in Clinical Practice. Complementary Therapies in Clinical Practice.
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. V. (2018). Midwifery. Jones & Bartlett Learning.
WHO. (2018). World Health Organization (WHO). WHO recommendations: intrapartum care for a positive childbirth experience.
WHO. (2023). World Health Organization, Maternal Mortality. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality