UPAYA PENCEGAHAN MENTAL DISORDERS MELALUI SKRINING PERAN KELUARGA DAN EDUKASI MANAGEMENT KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA

EFFORTS TO PREVENT MENTAL DISORDERS THROUGH FAMILY ROLE SCREENING AND MENTAL HEALTH MANAGEMENT EDUCATION IN ADOLESCENTS

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53599/jap.v4i2.500

Keywords:

mental disorder, remaja, skrining, Edukasi, keluarga

Abstract

Abstrak

Periode transisi remaja mengalami perubahan biologis, psikologis serta social yang pesat menuju ke dewasa cenderung menimbulkan tekanan tersendiri sebagai stressor yang rentan mengalami mental disorders, seperti kecemasan, penurunan prestasi akademik, masalah hubungan sosial, penyalahgunaan zat terlarang, depresi, hingga bunuh diri. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendukung kesinkronan adekuat, dari sekolah sebagai tempat remaja menghabiskan banyak waktu maupun dari keluarga berperan menjaga stabilitas emosional. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melakukan upaya pencegahan mental disorders melalui skrining kesehatan mental dan peran keluarga, serta memberikan edukasi mengenai manajemen kesehatan mental pada remaja di lingkungan sekolah. Metode kegiatan PKM menggunakan tiga tahap: perencanaan, implementasi dan evaluasi, meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media skrining kesehatan mental remaja berupa kuisioner masalah gangguan kejiwaan dan modefikasi lima tugas kesehatan mental keluarga, melakukan kegiatan skrining menggunkan kuisioner yang telah disusun, dilanjutkan dengan mengedukasi management kesehatan mental, kemudian mengevaluasi hasil skrining dan proses kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil skrining kesehatan mental remaja di tingkat baik sebesar 72,73%, cukup sebesar 24,24% dan kurang sebesar 3,03%. Sedangkan hasil tingkat tugas keluarga kesehatan jiwa baik sebesar 48% dan cukup sebesar 52%. Adapun hasil edukasi manajemen kesehatan mental terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan mental disorder pada remaja di sekolah sebagai salah satu indikator kesejahteraan psikologis dapat dilakukan melalui skrining kesehatan mental serta edukasi secara intensif dan berkelanjutan. Upaya tersebut memerlukan pendekatan yang proaktif dan terstruktur, serta melibatkan koordinasi multipihak antara sekolah dan keluarga guna mencetak generasi bangsa yang unggul.

Abstract

Adolescence is a transitional period characterized by rapid biological, psychological, and social changes toward adulthood, which often create unique pressures as stressors that increase vulnerability to mental disorders, such as anxiety, declining academic achievement, social relationship problems, substance abuse, depression, and even suicide. Therefore, adequate and synchronized support systems are needed, both from schools, where adolescents spend much of their time, and from families, which play a crucial role in maintaining emotional stability The purpose service community was effort prevent mental disorders through mental health screening and family roles by providing mental health management education for adolescents in school environment. This activity method used three stages: planning, implementation, and evaluation, including location surveys, proposals, and permits; compiling adolescent mental health and screening media questionnaires for mental disorders; five family mental health task modifications; implementing screening used questionnaires and mental health management education; then evaluation of screening results and activity processes. The results showed adolescent mental health screening was at good level of 72.73%, moderate of 24.24% and poor of 3.03%. Meanwhile, the results family mental health tasks were good level of 48% and moderate of 52%. The mental health management education program improved participants' understanding. Conclusion, prevention disorders mental among adolescents in schools, as an indicator of psychological well-being, can be achieved through mental health screening and intensive, continuous educational efforts. Such initiatives require proactive and structured approaches, as well as multi-stakeholder coordination between schools and families to future generation.

References

Agusriani Gea, Asep Rahman, H.A. (2025) “Hubungan antara penggunaan media sosial Instagram dengan kesehatan mental pada mahasiswa FKM UNSRAT,” Jurnal KESMAS, 14(3), pp. 91–101.Availableat: https://doi.org/https://doi.org/10.35790/kesmas.v14i3.62777.

Budiman, M.E.A., Nuris Yuhbaba, Z. and Erdah Suswati, W.S. (2023) “Kesehatan mental pada remaja di lingkungan sekolah menengah atas wilayah urban dan rural Kabupaten Jember,” Professional Health Journal, 4(2), pp. 198–205.Availableat: https://doi.org/10.54832/phj.v4i2.335.

Endriyani, S., Martini, S. and Pastari, M. (2024) “Edukasi dan skrining kesehatan jiwa remaja dengan aplikasi,” Madaniya, 5(1), pp. 192–198. Available at: https://doi.org/10.53696/27214834.687.

Erwin Yektiningsih, Erni Rahmawati, M.Ikhwan Khosasih, Heni Maryati, Roshinta Sony Anggari, A.P.W. (2026) “Peran stres akademik terhadap kompetensi kegawatdaruratan pada mahasiswa vokasional keperawatan,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 17, pp. 222–228. Available at: https://doi.org/10.54630/jk2.v15i1.320.

I-NAMHS (2022) Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. 1st ed. Edited by A.E.W.& A.A. Kuntoro. Yogyakarta: Center for Reproductive Health, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada.

Kemenkes RI (2019) Aksi bergizi hidup sehat sejak sekarang untuk remaja kekinian. 1st ed. Jakarta Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Available at: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-modul-pendidikan-gizi.

Lestari, P. et al. (2025) “Optimalisasi peran keluarga melalui peningkatan pengetahuan dalam menjaga kesehatan mental pada remaja,” Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 5(1), pp. 1–9. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jpikes.v5i1.4899.

Riyadi, Sugeng, Sukrillah Ulfah Agus, Kuhu Maisje Marlyn, Sumedi Taat, Widayanti Esti Dwi, K.A. (2024) Buku ajar keperawatan keluarga. 1st ed, CV. Eureka Media Aksara. 1st ed. Edited by U.A. Sukrillah. Purbalingga: CV. Eureka Media Aksara.

Sasti, I. (2025) “Peran sekolah sebagai deteksi dini gangguan jiwa anak dan remaja. HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan,” Health Caring: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(2), pp. 29–40. Available at: https://doi.org/doi.org/healthcaring.v4n2.2025.

Siyamti, D. (2023) “Jurnal keperawatan berbudaya sehat persepsi stres mahasiswa DIII keperawatan menghadapi praktik klinik kegawatdaruratan,” Jurnal keperawatan berbudaya sehat, 1(2), pp. 73–77.Availableat: https://doi.org/1035473/JKBS.v1i2.2408.

Sutiyah, H. (2024) “Peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental pada remaja usia 15-18 tahun,” Healt Science Journal, 3(1), pp. 210–218.

Wahida et al. (2023) Psikologi perkembangan. 1st ed. Purbalingga: CV. Eureka Media Aksara.

Yektiningsih, E., Jaya, S.T. and Khosasih, M.I. (2025) “Pendidikan kesehatan untuk pencegahan kegawatdaruratan mental perilaku kekerasan dikarenakan dampak bulling pada anak usia sekolah,” Jurnal Abdimas Pamenang, 3(1), pp. 7–14. Available at: https://doi.org/10.53599.

Yuni Rizky Faitul Munawaroh (2024) “Peran lingkungan keluarga dalam meningkatkan kesehatan mental remaja,” Maliki Interdiciplinary Journal, 2(11), pp.671–675.Availableat: https://doi.org/10.31602/jmbkan.v10i1.13153.

Downloads

Published

10-07-2026