Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap
<p style="text-align: justify; background: white;">Jurnal Abdimas Pamenang (JAP) merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify; background: white;">Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.</p>en-US[email protected] (Dwi Rahayu S.Kep.,Ns ., M.Kep)[email protected] (Akhmad Kamal)Thu, 08 Jan 2026 12:03:54 +0700OJS 3.3.0.11http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST EPISIOTOMI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPRES DINGIN DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/355
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Persalinan merupakan proses alami yang dihadapi oleh ibu hamil, di mana pengeluaran bayi dan plasenta dari rahim dapat menyebabkan tekanan pada jaringan perineum. Tindakan episiotomi dilakukan untuk mencegah robekan perineum yang lebih parah, namun dapat menimbulkan nyeri yang mempengaruhi kenyamanan ibu. <strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu post episiotomi dengan masalah nyeri serta menilai efektivitas kompres dingin dalam menurunkan nyeri setelah tindakan episiotomi. <strong>Metode:</strong> Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada 20 orang ibu post episiotomi dengan menggunakan media leaflet yang berisikan informasi mengenai episiotomi dan penggunaan kompres dingin. Selain edukasi, dilakukan praktik langsung penggunaan kompres dingin sebagai intervensi. <strong>Hasil:</strong> Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebanyak 80% peserta mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan setelah intervensi. Selain itu, 85% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik terkait manajemen nyeri post episiotomi. <strong>Kesimpulan:</strong> Kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post episiotomi. Intervensi ini merupakan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mendukung kenyamanan ibu selama masa pemulihan. Dengan penerapan kompres dingin dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup ibu pascapersalinan.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Childbirth is a natural process faced by pregnant women, where the release of the baby and placenta from the uterus can cause pressure on the perineal tissue. Episiotomy is performed to prevent more severe perineal tears, but can cause pain that affects the mother's comfort. <strong>Objective:</strong> This community service aims to increase the knowledge of post-episiotomy mothers with pain problems and assess the effectiveness of cold compress in reducing pain after episiotomy. <strong>Method:</strong> This community service was carried out through a health education or counseling method to 20 post-episiotomy mothers using leaflets containing information about episiotomy and the use of cold compress. In addition to education, direct practice of using cold compresses as an intervention was carried out. <strong>Results:</strong> This community service showed that 80% of participants experienced a decrease in pain to the mild category after the intervention. In addition, 85% of participants showed a good increase in knowledge regarding post-episiotomy pain management. <strong>Conclusion:</strong> Cold compress have been proven effective in reducing pain intensity in post-episiotomy patients. This intervention is a safe and easy-to-implement non-pharmacological therapy alternative to support maternal comfort during recovery. The application of cold compress can help speed up the healing process and improve the quality of life of postpartum mothers.</em></p>Abidatun Nafi'a, R.A Helda Puspitasari, Syaifuddin Kurnianto, Erik Kusuma
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/355Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN TERAPI PIJAT LAKTASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENGURANGI PERMASALAHAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN MASTITIS DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/363
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Menyusui tidak efektif merupakan masalah yang sering dialami oleh ibu postpartum dan dapat menyebabkan komplikasi seperti mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. <strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum tentang terapi pijat laktasi dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada pasien mastitis. <strong>Metode:</strong> Pengabdian dilaksanakan di Klinik Sahara Kota Pasuruan dengan sasaran 20 ibu postpartum yang mengalami menyusui tidak efektif, termasuk 5 orang dengan mastitis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung terapi pijat laktasi. <strong>Hasil:</strong> Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai terapi pijat laktasi, dengan tingkat pemahaman mencapai 80% setelah edukasi. Peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pemberian edukasi yang tepat dan informasi yang akurat mengenai manfaat pijat laktasi terbukti meningkatkan pemahaman ibu dalam mengatasi kesulitan menyusui akibat mastitis. <strong>Kesimpulan:</strong> Terapi pijat laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai upaya mengatasi menyusui tidak efektif akibat mastitis. Pijat laktasi dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan bermanfaat dalam mendukung keberhasilan menyusui serta kesehatan ibu dan bayi.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Ineffective breastfeeding is a common problem experienced by postpartum mothers and may lead to complications such as mastitis, which is an inflammation of breast tissue that causes pain and discomfort. <strong>Objective:</strong> This community service activity aimed to improve postpartum mothers’ knowledge about lactation massage therapy in overcoming ineffective breastfeeding among patients with mastitis. <strong>Methods:</strong> The activity was conducted at Sahara Clinic, Pasuruan City, involving 20 postpartum mothers who experienced ineffective breastfeeding, including 5 mothers diagnosed with mastitis. The implementation methods included lectures, discussions, and direct demonstrations of lactation massage techniques. <strong>Results:</strong> The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge about lactation massage therapy, with the level of understanding reaching 80% after the educational session. Participants demonstrated enthusiasm and active participation throughout the activity. Providing accurate information and proper education about the benefits of lactation massage proved effective in increasing mothers’ understanding of how to overcome breastfeeding difficulties caused by mastitis. <strong>Conclusion:</strong> Lactation massage therapy is effective in improving postpartum mothers’ knowledge about efforts to overcome ineffective breastfeeding due to mastitis. It can serve as a safe and beneficial non-pharmacological alternative therapy to support successful breastfeeding and promote maternal and infant health.</em></p>Anisatuz Zahroh, R. A Helda Puspitasari, Syaifuddin Kurnianto, Erik Kusuma
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/363Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700KOMUNITAS SADAR TORCH SEBAGAI STRATEGI EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ABNORMALITAS JANIN
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/434
<p>Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berisiko tinggi menyebabkan abnormalitas janin, seperti kelainan kongenital, keguguran, dan keterlambatan tumbuh kembang. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dengan akses pelayanan terbatas, menjadi tantangan utama dalam pencegahan. Program <em>TORCH-Aware Community</em> dikembangkan sebagai upaya penguatan kapasitas komunitas melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri atas perempuan usia subur, ibu rumah tangga, dan keluarga muda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>community organizing</em> yang melibatkan perangkat desa, kader kesehatan, dan dosen pendamping dalam perencanaan dan pelaksanaan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video animasi, serta distribusi leaflet dan infografis. Evaluasi hasil dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>serta observasi keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 50% dan munculnya perilaku positif seperti pemeriksaan kehamilan rutin dan dukungan keluarga terhadap kesehatan ibu hamil. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai infeksi TORCH dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Rekomendasi ke depan adalah perlunya keberlanjutan program melalui integrasi materi TORCH ke dalam kegiatan posyandu dan pelatihan kader desa.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>TORCH infections (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, and Herpes Simplex Virus) remain a major reproductive health problem that can cause serious fetal abnormalities, including congenital defects, miscarriage, and developmental delays. Low levels of health literacy, particularly in coastal communities with limited access to health services, increase these risks. The TORCH-Aware Community program was developed to strengthen community capacity through education and empowerment, enabling people to recognize risk factors, implement preventive measures, and play an active role in protecting maternal and fetal health. This program was implemented in Karanganyar Village Hall, Paiton Subdistrict, Probolinggo Regency, in May 2025, involving 45 participants consisting of women of reproductive age, housewives, and young families. Using a community organizing approach, local authorities, health cadres, and academic facilitators collaborated from the planning to the implementation stages. Educational activities included interactive lectures, group discussions, animated videos, and the distribution of leaflets and infographics. Program evaluation was carried out through pre- and post-tests as well as participant observation. The results showed a knowledge improvement of more than 50% across all aspects and behavioral changes such as routine antenatal care visits and increased family support for pregnant women. The TORCH-Aware Community effectively enhanced reproductive health literacy and promoted preventive behaviors. It is recommended that this program be sustained through the integration of TORCH education into village health activities and cadre training to ensure long-term impact</em>.</p>Harwin Holilah Desyanti, Delatul Ummah, Sayyidah Sayyidah, Dewi Dewi
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/434Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700PERAWATAN PAYUDARA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PRODUKSI DAN PENGELUARAN ASI PADA MASA NIFAS
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/436
<p>Masa nifas merupakan periode penting bagi pemulihan kondisi ibu setelah melahirkan serta keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran produksi dan pengeluaran ASI adalah praktik perawatan payudara yang benar. Perawatan payudara yang tepat dapat membantu melancarkan aliran ASI, mencegah sumbatan pada saluran susu, mengurangi risiko mastitis, serta merangsang refleks oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Namun, sebagian ibu nifas masih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kurang dalam melakukan perawatan payudara dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam melakukan perawatan payudara sebagai upaya mendukung optimalisasi produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17-30 Januari 2025 di Ruang Nifas Rumah Sakit X Kota Blitar dengan melibatkan empat orang ibu nifas (primipara maupun multipara). Pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahap, yaitu identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik perawatan payudara, dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan meliputi leaflet dan alat perawatan payudara seperti handuk, waslap, baby oil, serta baskom berisi air hangat dan dingin. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan, dimana sebelum penyuluhan 75% peserta berada pada kategori cukup, dan setelah penyuluhan 100% peserta berada pada kategori baik. Penyuluhan kesehatan disertai praktik langsung dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan ibu nifas melakukan perawatan payudara serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dalam keberhasilan menyusui.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><em>The postpartum period is a crucial phase for maternal recovery and the success of exclusive breastfeeding. One key factor influencing the smooth production and release of breast milk is proper postnatal breast care. Correct breast care practices help facilitate milk flow, prevent blocked ducts, reduce the risk of mastitis, and stimulate the oxytocin reflex that aids milk ejection. However, many postpartum mothers lack adequate knowledge and skills in performing breast care correctly. This community service program aimed to improve postpartum mothers’ knowledge and abilities in conducting appropriate breast care to support optimal breast milk production. The activity was implemented on January 17</em><em>-30</em><em>, 2025, in the Postpartum Room of Hospital X, Blitar City, involving four postpartum mothers (both primiparous and multiparous). The intervention was conducted in four stages: problem identification, health education, demonstration of breast care techniques, and evaluation. Educational media included leaflets and breast care tools such as towels, washcloths, baby oil, and basins with warm and cold water. Evaluation was carried out through observation and interviews to measure improvements in knowledge and practical skills. The results showed an increase in knowledge and skills: prior to the session, 75% of participants were in the adequate category, and afterward, 100% reached the good category. Health education combined with demonstrations and mentoring proved effective in enhancing mothers’ abilities and promoting behavioral change. This activity also raised collective awareness about the importance of family and healthcare worker support in ensuring successful breastfeeding during the postpartum period.</em></p>PERTIWI PERWIRANINGTYAS, Theresia Yenearis Inya, Vemi Roslince Mesa, Yelnita Yelnita, Yustin Bili
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/436Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700REMBUG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA MINGGIRSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANIGORO KABUPATEN BLITAR
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/423
<p>Stunting menjadi permasalahan gizi bagi anak yang disebabkan karena tidak seimbangnya pemenuhan kebutuhan zat gizi yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Tujuan pengabdian ini mengadakan urun rembug dalam pemberian makanan tambahan untuk percepatan penurunan stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dimulai koordinasi dengan pihak-pihak terkait, jawal pembagian olahan inovasi PMT untuk Balita, dan mengadakan rembug percepatan penurunan stunting pada anak-anak. Media yang digunakan yaitu power point, laptop, mic, dan LCD. Kegiatan ini dilaksanakan di Papringan desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar pada tanggal 04-09 September 2025. Sasaran kegiatan adalah kepala desa, pendamping desa, bidan desa, perwakilan ibu PKK, kader desa dan bidan koordinator Puskesmas Kanigoro sebanyak 41 orang. Hasil yang didapatkan diperoleh kesepakatan bahwa kader merupaya untuk mengaktifkan ibu balita membawa anaknya ke posyandu untuk skrining stunting, pelaksanaan inovasi PMT oleh pihak yang terkait, dokumentasi terkumpul sebagai dasar penyusunan laporan.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><em>Stunting has become a nutritional problem for children caused by an imbalance in the fulfillment of nutritional needs obtained from the food consumed. The purpose of this community service is to hold discussions in providing additional food to accelerate the reduction of stunting in children. This community service activity has been carried out starting from coordination with related parties, scheduling the distribution of processed PMT innovations for toddlers, and holding discussions to accelerate the reduction of stunting in children. The media used are power points, laptops, mics, and LCDs. This activity was carried out in Papringan, Minggirsari Village, Kanigoro District, Blitar Regency on </em><em>Sept</em><em> 4-9, 2025. The targets of the activity were village heads, village assistants, village midwives, representatives of PKK mothers, village cadres and midwives coordinating the Kanigoro Health Center totaling 41 people. The results obtained were an agreement that cadres strive to activate mothers of toddlers to bring their children to the integrated health post for stunting screening, the implementation of PMT innovations by related parties, documentation collected as a basis for compiling reports.</em></p>Wahyu Nuraisya, Dewi Nufita Rachmawati, Sheena Ayu Buli
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/423Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700TEKANSIA: PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN PENYULUHAN UNTUK KESEHATAN LANSIA YANG OPTIMAL DI DESA ALASSUMUR KECAMATAN BESUK KABUPATEN PROBOLINGGO
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/416
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap hipertensi, yang seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya minimal, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Survei pendahuluan di Desa Alassumur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami tekanan darah tinggi tanpa disadari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi, dengan target peningkatan pemahaman minimal 20% setelah edukasi. Metode yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design yang melibatkan 40 lansia. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan berbasis media audio visual, diskusi kelompok, dan asesmen pemahaman menggunakan kuesioner berisi 15 item sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi berlangsung selama 60 menit, dengan pendampingan dari dosen, mahasiswa, bidan desa, dan kader kesehatan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 50% lansia memiliki tekanan darah normal, sedangkan 50% lainnya tergolong prehipertensi atau hipertensi stadium 2. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 58,7 (pra-tes) menjadi 84,1 (pasca-tes), dengan 80% peserta mampu menjawab ≥75% pertanyaan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa deteksi dini yang buruk dan kurangnya pengetahuan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya insiden hipertensi. Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok pendukung lansia berbasis kader kesehatan untuk pemantauan tekanan darah bulanan dan edukasi keluarga rutin. Program "TEKANSIA" telah terbukti efektif dan berpotensi berkelanjutan, menghasilkan dampak promotif dan preventif jangka panjang.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The elderly are a vulnerable age group to hypertension, which often goes undetected due to minimal symptoms, but carries a risk of serious complications such as stroke and heart disease. A preliminary survey in Alassumur Village, Besuk District, Probolinggo Regency, showed that a large proportion of elderly people experience high blood pressure without realizing it. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge regarding risk factors, prevention, and treatment of hypertension, with a target of a minimum 20% increase in understanding after the education. The method used was a one-group pretest-posttest design involving 40 elderly people. Activities included blood pressure checks, audio-visual media-based health education, group discussions, and an understanding assessment using a 15-item questionnaire before and after the intervention. The education lasted 60 minutes, with assistance from lecturers, students, village midwives, and health cadres. The examination results showed that 50% of the elderly had normal blood pressure, while the other 50% were classified as prehypertension or stage 2 hypertension. The average comprehension score increased from 58.7 (pre-test) to 84.1 (post-test), with 80% of participants able to answer ≥75% of the questions correctly. Analysis indicated that poor early detection and lack of knowledge were the main factors contributing to the high incidence of hypertension. As a follow-up, a health cadre-based elderly support group was established for monthly blood pressure monitoring and routine family education. The "TEKANSIA" program has proven effective and has the potential to be sustainable, resulting in long-term promotive and preventative impacts.</em></p>vivin nur hafifah, Fi'isyatil Kamila , Humaida Humaida, Ilmi Agustin
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/416Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700PELATIHAN TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI MELALUI PEMBENTUKAN TIM SIAGA DAN JALUR EVAKUASI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/438
<p><strong>Abstrak</strong> </p> <p>Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang sering kali mengalami bencana terutama bencana gempa bumi, dikarenakan berada di zona subduksi lempeng tektonik. Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Wilayah Az-Zainiyah, meruakan Pondok yang dibangun bertingkat denan jumlah santri yang cukup padat, belum memiliki kesiapsiagaan bencana yang memadai, seperti pembenukan tim siaga bencana, adanya jalur evakuasi, dan belum pernah pelatihan mitigasi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan santri tentang mitigasi dan pertolongan pertama gempa bumi, membentuk tim siaga bencana dan merancang dan mempetakan jalur evakuasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam lima tahap: (1) Sosialisasi dan edukasi dengan media komik, (2) Observasi lapangan, (3) Perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul, (4) Pemasangan rambu evakuasi, dan (5) Evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri yang signifikan pasca pelatihan (dari rata-rata 22,9% menjadi 86,3%), sedangkan kerampilan dalam mempraktikan prosedur <em>Drop, Cover, Hold On</em> dengan benar (90%) dan keterampilan pertolongan pertama dalam melakukan balut bidai (85%), terbentuknya Tim Siaga Bencana Gempa Bumi yang terdiri dari 20 anggota, serta terinstalasinya peta dan rambu jalur evakuasi di 25 titik strategis. Program ini efektif dalam membangun kapasitas kesiapsiagaan komunitas pesantren dan membutuhkan simulasi berkala untuk keberlanjutannya.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><em>Probolinggo Regency is an area that often experiences disasters, especially earthquakes, due to its location in a tectonic plate subduction zone. The Nurul Jadid Islamic Boarding School (PP) in the Az-Zainiyah area is a multi-story boarding school with a large number of students. It does not yet have adequate disaster preparedness measures in place, such as a disaster response team, evacuation routes, or mitigation training. The objectives of this community service program are to increase students' knowledge about earthquake mitigation and first aid, form a disaster response team, and design and map evacuation routes. The implementation method used a participatory approach in five stages: (1) Socialization and education using comic books, (2) Field observation, (3) Planning evacuation routes and assembly points, (4) Installation of evacuation signs, and (5) Evaluation. The results of the community service showed a significant increase in the students' knowledge after the training (from an average of 22.9% to 86.3%), while their skills in correctly practicing the Drop, Cover, Hold On procedure (90%) and first aid skills in applying bandages (85%) also improved. An Earthquake Disaster Preparedness Team consisting of 20 members was formed, and evacuation route maps and signs were installed at 25 strategic points. This program is effective in building the preparedness capacity of the pesantren community and requires periodic simulations for its sustainability.</em></p>Baitus Sholehah, Husni Hidayati, Iffatul Askiah, Hana Thufailah Usdah
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/438Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700UPAYA PENATALAKSANAAN DEPRESI DENGAN SCREENING DAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/411
<p><strong>Abstrak</strong> </p> <p>Kelompok usia lanjut yang tinggal terpisah dari keluarga yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha kecenderunagan rentan mengalami gangguan mental depresi dengan perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis, sehingga mengurangi kualitas hidup lansia. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat terjadi masalah kegawatdarutan mental resiko bunuh diri yang rentan mengalami kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mencegah serta penatalaksanaan depresi pada lansia, supaya tercapainya kesejahteraan mental selama tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Kegiatan PKM ini digunakan tiga tahapan metode yaitu pertama perencanaan meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media <em>screening Beck Deppression Inventory (BDI). </em>Kedua implementasi dilakukan <em>screening</em> BDI kepada semua lansia, kemudian tindakan <em>cognitive behavior therapy</em> <em>(CBT)</em> kepada lansia yang mengalami depresi. Ketiga tahap evaluasi pada keseluruhan proses kegiatan sekaligus pemberian intervensi CBT pada lansia depresi dengan menganalisa perubahan score BDI pada <em>pre</em> dan <em>post</em> intervensi CBT. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil <em>screening</em> BDI pada lansia depresi menjadi menurun menjadi normal sebanyak 62.5%. Maka tindakan <em>screening</em> BDI dan CBT pada lansia direkomendasikan sebagai upaya screening depresi sekaligus CBT kuratif untuk membantu mengurangi masalah depresi pada lansia yang tinggal di lingkungan khusus di panti sosial dengan kolaborasi sinergis antara pihak Panti Sosial Tresna Werdha, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan aman yang mendukung peningkatan kesehatan mental lansia supaya tetap aktif serta produktif secara fisik dan sosial.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><em>Elderly living separately from their families in the social care facility are prone to experiencing mental disorders such as depression, feelings of sadness, helplessness, and pessimism, which can reduce their quality of life. If condition is not addressed immediately, it can lead to mental emergencies suicide risk, which can lead to death. The purpose this community service was prevented and manage depression to elderly, in order to achieve mental well-being while living in the Tresna Werdha social care facility. This PKM activity used three methods stages: first, planning, including location surveys, proposals, permits, and compiling Beck Depression Inventory (BDI) screening media. Second, implementation involves BDI screening for all elderly, followed by specific cognitive behavioral therapy (CBT) measures for elderly with depression. Third, evaluation was carried out on entire activity process, as well as providing CBT interventions for depressed elderly by analyzing changes in BDI scores pre- and post-CBT intervention. The results this activity indicate that the BDI screening results for depressed elderly people have decreased to normal by 62.5%. Therefore, BDI screening and CBT for the elderly will recommend as a preventive BDI and curative CBT approach to help reduce depression to elderly residents living in special social care settings. This synergistic collaboration between the Tresna Werdha Social Care Center, families, and healthcare professionals creates a safe environment that supports mental health to elderly, allowing them to remain physically and socially active and productive.</em></p>Erwin Yektiningsih, M.Ikhwan Khosasih , Fresty Africia, Iva Milia Hani Rahmawati, Moch.Gandung Satriya
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/411Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700EDUKASI TENTANG KEGAWATAN MATERNAL BAGI CALON PENGANTIN
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/422
<p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa. Tingginya angka kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan persiapan pra nikah bagi calon pengantin terutama terkait pengetahuan tentang kegawatan maternal. Kegiatan edukasi kegawatan maternal bagi calon pengantin berlangsung dengan baik di kantor KUA kecamatan Pare, pada bulan Juni 2025 dihadiri 15 pasang calon pengantin. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama sehari berintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin yang dilakukan oleh KUA. Materi meliputi masalah kesehatan dan kegawatan maternal yang sering terjadi seperti perdarahan, pre eclampsia, persalinan lama, abortus dan komplikasi lain. Dari kegiatan ini didapatkan data bahwa mayoritas calon pengantin belum memahami bahkan menyatakan belum pernah mendengar tentang kegawatan maternal. Setelah pemberian materi dan tanya jawab peserta sebagian besar menjadi memiliki pengetahuan dasar tentang kegawatan maternal. Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan calon pengantin tentang kegawatan maternal masih membutuhkan penguatan. Untuk selanjutnya direncanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara reguler bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare.</p> <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>Maternal health is a crucial indicator in assessing the health status of a nation. High maternal morbidity and mortality rates in many developing countries, including Indonesia, remain a serious challenge to health development. The purpose of this activity was to strengthen pre-marital preparation for prospective brides and grooms, particularly regarding knowledge of maternal emergencies. The activity took place successfully at the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) in June 2025, attended by 15 prospective brides and grooms. The one-day activity was integrated with the KUA's guidance program for prospective brides and grooms. The material covered common maternal health issues and emergencies, such as bleeding, pre-eclampsia, prolonged labor, abortion, and other complications. The activity revealed that the majority of prospective brides and grooms did not understand or even stated they had never heard of maternal emergencies. After the presentation and Q&A session, most participants gained basic knowledge of maternal emergencies. This activity revealed that prospective brides and grooms' knowledge of maternal emergencies still needs strengthening. This community service activity is planned to be held regularly in collaboration with the Pare District KUA</em></p>Zauhani Kusnul, Mr
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/422Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700MEMBANGUN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DI SDN 2 TANJUNGSARI
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/451
<p><strong>Abstrak</strong> </p> <p>Rentang usia 6 hingga 12 tahun, anak-anak memasuki fase sekolah dasar dimana pertumbuhan dan perkembangan mereka berlangsung dengan sangat pesat. Kesehatan merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada usia sekolah dasar. Pada fase ini, anak berada dalam masa transisi dari ketergantungan penuh pada orang tua menuju kemandirian, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu upaya preventif yang dapat ditanamkan sejak dini agar anak terbiasa menjaga kesehatan tubuh dan lingkungannya. Kegiatan pengabdian ini adalah pemberian edukasi dengan media <em>power point </em>tentang cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung di SDN 2 Tanjungsari Tulungagung pada hari Sabtu 13 September 2025, yang dilaksanakan pada kelas 5 dan 6 yang diikuti oleh 69 murid. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran murid sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan reproduksi sejak dini.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em> </em></p> <p><em>Between the ages of 6 and 12 years, children enter the elementary school phase where their growth and development takes place very rapidly</em>.<em> Health is an important aspect in supporting the growth and development of children, especially at elementary school age. In this phase, children are in a transition period from complete dependence on parents to independence, including maintaining personal hygiene and health. A Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) is one of the preventive measures that can be instilled from an early age so that children get used to maintaining a healthy body and environment. This service activity provided education through power point media about how to maintain the cleanliness of reproductive organs. This service activity took place at SDN 2 Tanjungsari Tulungagung on Saturday 13 September 2025, which was carried out in grades 5 and 6, attended by 69 students. Overall, this activity succeeded in increasing elementary school students' understanding and awareness of the importance of maintaining reproductive hygiene from an early age.</em></p>Nirmala K.S, Hakim Tobroni , Naila Arum Rifkiana, Widy Jatmiko, Ayudina Larasanti, Alifani Faiz Faradhila, Wanudya Atmajani
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Pamenang
https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jap/article/view/451Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0700