PENDAMPINGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MELETUS MELALUI PENDEKATAN STORYTELLING MODEL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA SDN 64 KOTA TERNATE
VOLCANIC ERUPTION DISASTER PREPAREDNESS ASSISTANCE THROUGH A LOCAL WISDOM-BASED STORYTELLING MODEL APPROACH FOR STUDENTS OF SDN 64 TERNATE CITY
DOI:
https://doi.org/10.53599/jap.v4i2.494Keywords:
kesiapsiagaan bencana, storytelling, kearifan lokal, erupsi gunung, sekolah dasarAbstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia, serta termasuk dalam kawasan Ring of Fire. Salah satu gunung api aktif yang berpotensi menimbulkan ancaman bencana adalah Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan yang memerlukan peningkatan kapasitas pengetahuan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Gamalama pada siswa melalui pendekatan storytelling berbasis kearifan lokal Ternate. Kearifan lokal yang digunakan mencakup narasi turun-temurun komunitas Ternate tentang cara bertahan saat erupsi Gunung Gamalama, yang dituangkan dalam booklet storytelling berHAKI. Kegiatan dilaksanakan di SDN 64 Kota Ternate yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesiapsiagaan bencana menggunakan media booklet, pemutaran video animasi, diskusi interaktif, serta kegiatan storytelling yang mendorong siswa berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal terkait bencana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 item untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana, dimana sebanyak 86,7% siswa mencapai kategori pengetahuan baik pada saat post-test, meningkat dari 16,7% pada saat pre-test. Pendekatan storytelling berbasis kearifan lokal berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah-langkah tanggap darurat erupsi Gunung Gamalama.
Abstract
Indonesia is a country with a high level of vulnerability to natural disasters due to its location at the convergence of three major tectonic plates—Pacific, Eurasian, and Indo-Australian—and its position within the Ring of Fire. Gunung Gamalama in Ternate City, North Maluku, is one of the active volcanoes that poses a significant disaster threat. School-age children represent a vulnerable group that requires increased disaster preparedness capacity. This community service activity aimed to enhance students’ understanding of disaster preparedness and empathy skills through a local wisdom-based storytelling approach. The activity was conducted at SDN 64 Ternate City, located in a high-risk disaster zone (KRB I), involving 30 students from grades IV and V. Methods included disaster preparedness counseling using booklet media, animated video screening, interactive discussions, and storytelling sessions that encouraged students to share local knowledge and experiences related to disasters. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments. Results demonstrated a significant improvement in students’ understanding, with 86.7% achieving the ‘good’ comprehension category in the post-test, compared to only 16.7% in the pre-test. The local wisdom-based storytelling approach proved effective in enhancing students’ understanding of emergency response procedures and building their readiness to face disaster situations.
References
Ahmad & Fathoni 2018, ‘Gambaran pengetahuan keluarga tentang kesiapsiagaan bencana di Kota Ternate’, Jurnal Keperawatan Poltekkes Ternate.
Arisona, RD 2020, ‘Peningkatan kesiapsiagaan bencana siswa sekolah dasar melalui program edukasi berbasis media pembelajaran’, Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia.
Asfandiyar, AY 2007, Cara Pintar Mendongeng, Mizan, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Kota Ternate 2023, Kota Ternate dalam Angka 2024, BPS Kota Ternate, Ternate.
BPBD Kota Ternate 2020, SOP Komando Tanggap Darurat BPBD Kota Ternate, Pemerintah Kota Ternate, Ternate.
Desfandi, M 2014, ‘Urgensi kurikulum pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal di Indonesia’, SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, vol. 1, no. 2, hh. 191–198.
ICN & WHO 2009, ICN Framework of Disaster Nursing Competencies, International Council of Nurses, Geneva.
Ihsan, M, dkk 2023, ‘Pembelajaran berbasis lingkungan dan kearifan lokal dalam membangun resiliensi sosial menghadapi bencana alam’, Jurnal Pendidikan Kebencanaan Indonesia.
Levac, J, Toal-Sullivan, D & O’Sullivan, T 2012, ‘Household emergency preparedness: a literature review’, Journal of Community Health, vol. 37, no. 3, hh. 725–733.
Listyawati, A & Hakim, FN 2022, ‘Kearifan lokal masyarakat desa lereng Merapi dalam upaya mitigasi bencana erupsi’, Sosio Konsepsia, vol. 11, no. 3, hh. 413–429.
Notoatmodjo, S 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
Pataha, MF & Sofyan, A 2021, ‘Permainan monopoli “Kiepoly” meningkatkan kesiagaan bencana gunung api’, Jurnal Kesehatan, vol. XIV, hh. 58.
PVMBG 2024, Laporan Aktivitas Vulkanik Gunung Gamalama Periode April 2024, Kementerian ESDM, Jakarta.
RAN-PRB 2014, Rancangan Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana 2015–2019, BNPB, Jakarta.
Sekartaji 2019, ‘Kerentanan anak-anak dalam situasi bencana: tinjauan literatur’, Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Wahyuni, S 2015, ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana’, Jurnal Kesehatan Komunitas.
Wati, SN, dkk 2016, ‘Pengaruh metode bercerita berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan empati anak kelompok B1’, Jurnal Pendidikan Anak.
Widyarani, L, dkk 2021, ‘Optimalisasi pemberdayaan anak usia sekolah dalam mitigasi bencana erupsi gunung berapi’, Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat, vol. IV, no. 2, hh. 292–293.