PENGELOLAAN KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PHUBBING & SMOMBIE PADA SISWA SEKOLAH DASAR (PRA-REMAJA USIA 10-12 TAHUN) DI MI MUHAMMADIYAH 1 PARE-KEDIRI

EMOTIONAL INTELLIGENCE MANAGEMENT AS AN EFFORTS TO PREVENT PHUBBING & SMOMBIE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS (PRE-TEENS AGED 10-12 YEARS) AT MI MUHAMMADIYAH 1 PARE-KEDIRI

Authors

  • Iva Milia Hani Rahmawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pamenang
  • Zulvana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pamenang
  • Fresty Africia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pamenang
  • Asrina Pitayanti Universitas Bhakti Hasta Mulia

DOI:

https://doi.org/10.53599/jap.v4i2.469

Keywords:

kecerdasan emosional, pubbing & smombie, pra-remaja

Abstract

Pendahuluan : Di era digital ini, remaja rentan terhadap perilaku phubbing (mengabaikan orang lain demi ponsel) dan menjadi smombie (berjalan tanpa memperhatikan sekitar karena fokus pada ponsel). Phubbing dapat membuat seseorang tidak dapat mengontrol emosinya. Perilaku ini merusak hubungan sosial, mengurangi interaksi tatap muka, dan meningkatkan risiko kecelakaan. Rendahnya kecerdasan emosional dianatranya (Mengenali dan memahami emosi diri sendiri, memotivasi, dan membangun hubungan sosial yg sehat) diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya, karena remaja kesulitan mengelola perasaan dan berempati terhadap orang lain. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan kecerdasan emosional sebagai upaya pencegahan phubbing & smombie pada siswa sekolah dasar (pra-remaja usia 10-12) di MI Muhammadiyah 1 Pare-Kediri. Metode : metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, dengan melibatkan siswa kelas 3, 4 dan 5 dalam pelaksanaan program pengelolaan kecerdasan emosional sebagai upaya pencegahan phubbing dan smombie. Hasil : Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum diberikan edukasi dan latihan pengelolaan kecerdasan emosional,  pengelolaan kecerdasan emosional pada siswa kelas 3, 4 dan 5 adalah (25%). Sedangkan setelah diberikan edukasi dan pelatihan tentang pengelolaan kecerdasan emosional sebagai upaya pencegahan pubbing & smombie meningkat sejumlah (70%). Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi dan pelatihan pengelolaan kecerdasan emosional yang diberikan efektif dalam pengelolaan kecerdasan emosional dan pencegahan perilaku pubbing dan smombie di MI Muhammadiyah 1 Pare-kediri. Kesimpulan : Pengelolaan kecerdasan emosional terbukti efektif sebagai upaya pencegahan pubbing dan smombie. Saran : Disarankan untuk mengembangkan program edukasi dan pelatihan serupa dengan cakupan yang lebih luas dan metode yang lebih variatif.

Abstract

Introduction: In this digital era, adolescents are vulnerable to "phubbing" (ignoring others in favor of a mobile phone) and becoming "smombies" (walking without paying attention to surroundings due to phone focus). Phubbing can impair emotional control. Such behavior damages social relationships, reduces face-to-face interaction, and increases accident risks. Low emotional intelligence—specifically regarding recognizing and understanding one's own emotions, self-motivation, and building healthy social relationships—is suspected to be a contributing factor, as adolescents struggle to manage feelings and empathize with others. Objective: This community service initiative aimed to analyze the effectiveness of emotional intelligence management in preventing phubbing and smombie behaviors among elementary school students (pre-adolescents aged 10–12) at MI Muhammadiyah 1 Pare-Kediri. Method: A participatory approach was employed, involving students from grades 3, 4, and 5 in a program designed to foster emotional intelligence as a preventive measure against phubbing and smombie behaviors. Results: Significant improvements were observed. Prior to the education and training on emotional intelligence, the level of emotional intelligence among students in grades 3, 4, and 5 stood at 25%. Following the intervention—which focused on emotional intelligence to prevent phubbing and smombie behaviors—this figure rose to 70%. These results indicate that the provided education and training were effective in fostering emotional intelligence and preventing phubbing and smombie behaviors at MI Muhammadiyah 1 Pare-Kediri. Conclusion: Emotional intelligence management proved effective as a preventive measure against phubbing and smombie behaviors. Recommendation: It is recommended to develop similar education and training programs with a broader scope and more varied methods

References

Anggarini, P., Manangkot, M., & Kamayani, O. A. (2022). Hubungan kecanduan internet dengan kecerdasan emosional pada remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(2), 381–394. https://journal.ppnijateng.org/index.p hp/jikj

Choi, S.-W., Kim, D.-J., Choi, J.-S.,

Ahn, H., Choi, E.-J., Song, W.-Y., Kim, S., & Youn, H. (2023).

Comparison of risk and protective factors associated with smartphone addiction and Internet addiction. Journal of Behavioral Addictions, 4(4), 308–314.

https://doi.org/10.1556/2006.4.2015.0 43

Fitri. (2022). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Sikap Sosial Siswa Kelas IV Min 6 Bandar Lampung. Kep Jiwa, 8.5.2017, 2003–

www.aging-us.com

Goleman, D. (2021). Emotional Intelligence Kecerdasan Emosional : Mengapa Ei Lebih Penting Daripada Iq. Gramedia Asal Indonesia.

Hikmaturrahmah. (2020). Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Musawa, 10, 191–218. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/in dex.php/paud-

Khofila, R., Dinata Saragi, M. P., Erhanda Lubis, M. A., & Ghaisani, F. (2023). Hubungan Phubbing Smombie Dan Nomophobia Terhadap Perilaku Manusia. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia, 9(1), 235. https://doi.org/ 10.31602/jmbkan.v9i1.10247

Kurnia, Y. S. (2019). Hubungan Frekuensi Penggunaan Gadget Terhadap Agresivitas Pada Usia Remaja Di Smp Negeri 13 Magelang. Ilmu Kesehatan, 3, 1–9.

Muhammad, O. :, Fauzi, L., Budiarti, I., Si, M., & Manajemen, ". (2019). “Analis Is Kcerdasan Emosional, Stres Kerja, Dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Mesco Sarana Nusantara (Msn) Jakarta” " Analysis Of Emotional Intelligence, Work Stress, and Incentive, on Employee Performance in Pt. Mesco

Sarana Nusantara (Msn. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa.

Murtafi’ah, Anni, Kartini, Widjanarko, & Bagoes. (2019). Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Risiko Kegemukan (Overweight) Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Kontrol Di Kabupaten Tegal). Journal of Nutrition College, 110(9), 1689–1699.

Nahak, L. M., Berek, P. A. L.,

Riwoerohi, E. D. F., & Fouk, M. F.

W. A. (2019). Hubungan Antara Penggunaan Gadget Dengan Kecerdasan (Intelektual, Emosional, Spiritual Dan Sosial) Anak Usia Sekolah Di Sdk St. Theresia Atambua Ii. Jurnal Sahabat Keperawatan, 1(02), 16–25.

https://doi.org/10.32938/jsk.v1i02.248

Nainggolan, R. (2022). Gambaran Kecanduan Smartphone Pada Remaja Smp HKBP Padang Bulan Medan.

Putri, A. F. (2021). Pentingnya Orang Dewasa Memahami Fenomena Smombie (Smartphone Zombie) pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan, 4(1), 45-58.

Soliha, S. F. (2021). Tingkat Ketergantungan Smartphone dan Hubungannya dengan Fenomena Phubbing pada Remaja. Jurnal Komunikasi, 15(2), 131-142.

Wahyuni, S., & Amin, M. (2023). Analisis Perilaku Smombie terhadap Keselamatan Diri Siswa di Lingkungan Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 204-210.

Downloads

Published

10-07-2026