EDUKASI TENTANG KEGAWATAN MATERNAL BAGI CALON PENGANTIN

EDUCATION ABOUT MATERNAL EMERGENCIES FOR PROSPECTIVE BRIDES

Authors

  • Zauhani Kusnul STIKES PAMENANG
  • Mr Stikes Pamenang

DOI:

https://doi.org/10.53599/jap.v4i1.422

Keywords:

calon pengantin, kegawatan maternal

Abstract

Abstrak  

Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa. Tingginya angka kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan persiapan pra nikah bagi calon pengantin terutama terkait pengetahuan tentang kegawatan maternal. Kegiatan edukasi kegawatan maternal bagi calon pengantin berlangsung dengan baik di kantor KUA kecamatan Pare, pada bulan Juni 2025 dihadiri 15 pasang calon pengantin. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama sehari berintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin yang dilakukan oleh KUA. Materi meliputi masalah kesehatan dan kegawatan maternal yang sering terjadi seperti perdarahan, pre eclampsia, persalinan lama, abortus dan komplikasi lain. Dari kegiatan ini didapatkan data bahwa mayoritas calon pengantin belum memahami bahkan menyatakan belum pernah mendengar tentang kegawatan maternal. Setelah pemberian materi dan tanya jawab peserta sebagian besar menjadi memiliki pengetahuan dasar tentang kegawatan maternal. Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan calon pengantin tentang kegawatan maternal masih membutuhkan penguatan. Untuk selanjutnya direncanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara reguler bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare.

Abstract

Maternal health is a crucial indicator in assessing the health status of a nation. High maternal morbidity and mortality rates in many developing countries, including Indonesia, remain a serious challenge to health development. The purpose of this activity was to strengthen pre-marital preparation for prospective brides and grooms, particularly regarding knowledge of maternal emergencies. The activity took place successfully at the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) in June 2025, attended by 15 prospective brides and grooms. The one-day activity was integrated with the KUA's guidance program for prospective brides and grooms. The material covered common maternal health issues and emergencies, such as bleeding, pre-eclampsia, prolonged labor, abortion, and other complications. The activity revealed that the majority of prospective brides and grooms did not understand or even stated they had never heard of maternal emergencies. After the presentation and Q&A session, most participants gained basic knowledge of maternal emergencies. This activity revealed that prospective brides and grooms' knowledge of maternal emergencies still needs strengthening. This community service activity is planned to be held regularly in collaboration with the Pare District KUA

References

Lestari, YD., Sulis Winarsih (2022). Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Kegawatdaruratan Kehamilan Dengan Kepatuhan Dalam Pemeriksaan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Glagah. SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat). Vol. 1 No. 3 (Juli 2022) 279-286.

Manuaba, I.B.G. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

Mulyani (2020). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Ceramah Dan Diskusi Kelompok Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Putri Ayu. Jurnal Ilmiah Olmu Terapan. Archives / Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 2019 No. 186.

Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ö., Moller, A. B., Daniels, J., ... & Alkema, L. (2014). Global causes of maternal death: a WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 2(6), e323-e333.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). (2022). Laporan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: BKKBN, BPS, Kemenkes.

Thaddeus, S., & Maine, D. (1994). Too far to walk: maternal mortality in context. Social Science & Medicine, 38(8), 1091-1110.

Uliarta Marbun, Dahniar, Irnawati, Lili Purnama Sari (2025). Buku Ajar Kegawatdaruratan Maternal Dan Neonatal. Penerbit Salnesia (Cv.Sarana Ilmu Indonesia)

WHO. (2018). Severe maternal morbidity and near miss: finding from WHO surveys. Geneva: World Health Organization.Ramadhanty C. (2023) . Kesiapan Menikah dan Berbagi Peran Pada Calon Pengantin: Studi Kasus di Kecamatan Sananwetan. Tesis, UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

World Health Organization. (2023). Maternal mortality. Geneva: WHO.

Downloads

Published

08-01-2026