HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA REMAJA PUTRI DI SD 176 DESA MAJELIS HIDAYAH

THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND THE INCIDENCE OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY IN ADOLESCENT GIRLS AT SD 176 MAJELIS HIDAYAH VILLAGE

Authors

  • Dwi Rizky JL. Prof. M. Yamin No.30, Kel. Lebak Bandung, Kec. Jelutung, Kota Jambi, 36135, Jambi, Indonesia
  • Tina Yuli Fatmawati JL. Prof. M. Yamin No.30, Kel. Lebak Bandung, Kec. Jelutung, Kota Jambi, 36135, Jambi, Indonesia
  • Andicha Gustra jeki JL. Prof. M. Yamin No.30, Kel. Lebak Bandung, Kec. Jelutung, Kota Jambi, 36135, Jambi, Indonesia
  • Faridah JL. Prof. M. Yamin No.30, Kel. Lebak Bandung, Kec. Jelutung, Kota Jambi, 36135, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53599/jip.v8i1.474

Keywords:

Nutritional Status, adolescent girls, BMI

Abstract

Abstrak  

Masalah kekurangan energi kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi perhatian di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 20,6% pada tahun 2023 dan 71% pada kelompok remaja usia 10–14 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri di SD Negeri 176 Desa Majelis Hidayah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri meliputi tinggi badan dan berat badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U), serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan kejadian KEK. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik (60%) dan tidak mengalami KEK (70%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,021 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian KEK pada remaja putri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status gizi memiliki peran penting dalam menentukan risiko terjadinya KEK. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian KEK.

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls remains a significant concern in Indonesia, with national prevalence reaching 20.6% in 2023 and 71% in the 10–14 age group. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls at SD Negeri 176 Majelis Hidayah Village. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were obtained through anthropometric measurements, including height and weight to determine nutritional status based on BMI-for-age (BMI/U), and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements to determine the incidence of CED. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Fisher's Exact test. The results showed that most respondents had good nutritional status (60%) and did not experience CED (70%). Statistical test results yielded a p-value = 0.021 (p < 0.05), indicating a significant relationship between nutritional status and the incidence of CED in adolescent girls. Thus, it can be concluded that nutritional status has an important role in determining the risk of CED. It is suggested that future researchers include other variables such as dietary patterns, physical activity, and nutrient intake to provide a more comprehensive overview of the factors influencing the incidence of CED.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

29-06-2026