PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN FISIK BALITA
THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT FULFILLING NUTRITIONAL NEEDS FOR TODDLERS' PHYSICAL GROWTH
DOI:
https://doi.org/10.53599/jip.v8i1.413Keywords:
edukasi, gizi, pertumbuhan fisik balita, nutrition, educationAbstract
Abstrak
Pertumbuhan fisik anak merupakan salah satu indikator langsung dari keberhasilan intervensi pencegahan stunting. Pemberian gizi seimbang terbukti meningkatkan pertumbuhan tulang, dan sistem imun anak. Edukasi gizi merupakan faktor kunci dalam mencegah stunting. Edukasi gizi bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua, terutama ibu, tentang pemberian ASI eksklusif, MPASI (Makanan Pendamping ASI) berkualitas, pemberian gizi seimbang serta praktik kebersihan dasar. Edukasi gizi yang tepat dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas, memperkuat intervensi berbasis keluarga dalam pencegahan stunting, menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh responsif, dan mendukung pencapaian target SDGs dan prioritas nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group. Subyek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 48 responden, 24 responden kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan fisik balita pada kelompok intervensi di mana skor rerata pengetahuan meningkat dari 7,12 menjadi 13,77 setelah intervensi (P-Value = 0,04). Sementara itu, kelompok kontrol (yang tidak berpartisipasi dalam sesi edukasi gizi selama masa intervensi) tidak menunjukkan perubahan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rerata pre-test 7,00 dan post-test 7,13 (P-Value = 1,00). Simpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa pemberian edukasi gizi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi demi mengoptimalkan pertumbuhan fisik balita, menjawab langsung tujuan penelitian. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan, dan Kader Posyandu untuk dapat lebih sering memberikan edukasi gizi yang terstruktur kepada ibu balita guna mendukung peningkatan pertumbuhan fisik anak secara optimal.
Abstract
Children's physical growth is a direct indicator of the success of stunting prevention interventions. Providing balanced nutrition has been shown to improve bone growth and the child's immune system. Nutrition education is a key factor in preventing stunting. Nutrition education aims to increase parental knowledge, especially mothers, about exclusive breastfeeding, quality complementary foods (MPASI), providing balanced nutrition, and basic hygiene practices. Appropriate nutrition education can support the development of quality human resources, strengthen family-based interventions in stunting prevention, provide evidence-based policy recommendations, increase public awareness of the importance of nutrition and responsive parenting, and support the achievement of SDGs targets and national priorities. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on mothers' knowledge of meeting toddlers' nutritional needs for physical growth. This study used a quantitative, Quasi-Experimental Non-equivalent Control-Group design. The subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency, totaling 48 respondents: 24 in the intervention group and 24 in the control group. Data analysis was carried out using a paired-samples t-test. The results showed a significant difference in mothers' knowledge after receiving nutrition education in the intervention group, where the mean knowledge score increased from 7.12 to 13.77 (P-value = 0.04). Meanwhile, the control group (which did not receive nutrition education intervention during the active study period) showed no significant difference in knowledge scores between pre-test and post-test measurements, with mean scores shifting only from 7.00 to 7.13 (P-value = 1.00). In conclusion, this study empirically proves that structured nutrition education has a significant positive effect on improving mothers' knowledge regarding fulfilling nutrient needs, directly addressing the primary research objective. Therefore, it is recommended that the Health Office, local health workers, and posyandu cadres proactively deliver structured nutrition education to mothers to enhance toddler physical growth and prevent stunting.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Pamenang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



.png)

